Bandingkan Total Biaya Kepemilikan Dan Biaya Lain Saat Mengevaluasi Aplikasi Expense Claim

Bandingkan Total Biaya Kepemilikan Dan Biaya Lain Saat Mengevaluasi Aplikasi Expense Claim

Angka harga langganan sering terlihat jelas di proposal, tetapi biaya terbesar dari sistem klaim pengeluaran biasanya muncul beberapa bulan setelah implementasi dimulai. Ketika volume transaksi naik, integrasi tertunda, pengguna perlu pelatihan ulang, atau tim finance menemukan celah kontrol yang memicu pekerjaan manual. Pembahasan ini membantu Anda membandingkan total biaya kepemilikan (TCO) dan biaya lain secara lebih lengkap, sehingga keputusan lebih akurat dan tidak hanya berdasarkan harga tender.

Bedakan biaya langsung, biaya tersembunyi, dan biaya risiko

TCO yang rapi dimulai dari pengelompokan biaya yang konsisten, agar Anda tidak mencampur biaya satu kali dengan biaya tahunan. Untuk konteks perusahaan di Indonesia, pertimbangkan juga kebutuhan audit dan penyimpanan bukti transaksi yang biasanya ketat, termasuk jejak persetujuan.

Secara praktis, bagi biaya menjadi tiga lapis: biaya langsung (tertulis di kontrak), biaya tersembunyi (muncul di operasional), dan biaya risiko (dampak saat kontrol gagal). Model ini memudahkan komunikasi lintas fungsi karena semua pihak melihat dampak dalam rupiah dan waktu.

  • Biaya langsung: lisensi/berlangganan, biaya implementasi, add-on modul, biaya pengguna tambahan, biaya sandbox/lingkungan uji.
  • Biaya tersembunyi: integrasi API/ETL, konfigurasi kebijakan, migrasi data, pelatihan, biaya perangkat/MDM untuk mobile, serta waktu admin untuk pemeliharaan.
  • Biaya risiko: klaim tidak sesuai kebijakan, duplikasi reimburse, kebocoran data, downtime saat payroll atau tutup buku, dan temuan audit akibat bukti tidak lengkap.

Contoh sederhana: solusi A lebih murah 20% per tahun, tetapi tidak mendukung OCR struk yang stabil untuk format lokal. Akibatnya tim finance menghabiskan sekitar 10 menit ekstra per klaim untuk verifikasi manual. Total biaya tenaga kerja bisa melampaui selisih langganan.

Komponen TCO yang sering terlewat saat evaluasi

Banyak organisasi hanya membandingkan paket “Professional vs Enterprise” saat menilai vendor. Padahal komponen di bawah ini sering menjadi penentu biaya terbesar pada tahun pertama dan kedua, terutama saat jumlah pengguna meningkat.

1) Implementasi, integrasi, dan perubahan proses

Implementasi bukan sekadar go-live; yang mahal adalah penyesuaian proses. Pastikan aplikasi mendukung struktur COA, cost center, proyek, cabang, dan aturan limit per level jabatan tanpa kustomisasi berlebihan.

Periksa biaya integrasi ke sistem yang sudah ada: ERP/akuntansi, HRIS, payroll, SSO (SAML/OAuth), serta bank atau payment gateway jika diperlukan. Minta vendor menjelaskan siapa yang membangun integrasi, timeline, batas kuota API, dan konsekuensi jika versi berubah.

2) Kepatuhan, kontrol, dan kebutuhan audit

Di Indonesia, pembukuan dan audit umumnya menuntut jejak persetujuan, bukti transaksi, dan kemampuan menelusuri perubahan data (audit trail). Evaluasi apakah sistem menyimpan bukti dengan aman, memiliki kontrol akses berbasis peran, dan menyediakan log aktivitas yang bisa diekspor saat audit.

Dari sisi pajak, pastikan bukti yang disimpan memadai untuk pencatatan dan rekonsiliasi. Kualitas dokumentasi memengaruhi ketertelusuran biaya. Untuk rujukan administrasi perpajakan, lihat situs DJP: https://www.pajak.go.id/.

3) Keamanan, privasi data, dan lokasi penyimpanan

Biaya keamanan sering muncul sebagai tambahan: enkripsi saat penyimpanan dan transmisi, backup, retensi data, serta kebijakan penghapusan. Tanyakan lokasi data center, opsi dedicated tenant, dan mekanisme pemulihan bencana (RTO/RPO). Downtime saat tutup buku bisa berdampak langsung pada pelaporan.

Untuk tim IT, pertanyaan operasional yang relevan meliputi dukungan SSO, provisioning pengguna otomatis, dan kontrol akses granular per entitas. Tanpa fitur ini, biaya admin dan risiko akses berlebih akan meningkat.

Metode perbandingan yang adil: matriks TCO 3 tahun + skenario operasional

Agar perbandingan tidak bias pada harga tahun pertama, gunakan horizon 36 bulan dengan asumsi pertumbuhan pengguna dan volume klaim yang realistis. Procurement biasanya menyukai angka yang dapat diaudit, sementara IT dan finance butuh skenario operasional yang mencerminkan beban kerja harian.

Langkah efektifnya adalah membuat matriks biaya dan skenario, lalu menguji dengan data transaksi contoh. Mulai dari 2–3 skenario yang sering memunculkan biaya tersembunyi.

  • Skenario volume: 300 pengguna tahun pertama naik ke 600 pengguna, dengan rata-rata 2–3 klaim per bulan per pengguna.
  • Skenario kompleksitas: multi-cabang dan multi-entitas, dengan aturan biaya berbeda per unit dan persetujuan berlapis.
  • Skenario integrasi: SSO + sinkronisasi karyawan dari HRIS + posting jurnal otomatis ke ERP.
  • Skenario kepatuhan: audit trail wajib, retensi bukti 5–10 tahun sesuai kebijakan perusahaan, dan e-archive yang mudah dicari.

Di setiap skenario, ukur dua hal: biaya (rupiah) dan biaya waktu (jam kerja). Misalnya hitung waktu finance untuk memeriksa struk, memperbaiki kategori pajak/akun, dan menangani klaim yang ditolak. Bandingkan angka ini dengan kemampuan otomatisasi sistem.

Untuk menjaga objektivitas, minta vendor melakukan demo berbasis proses Anda, bukan demo generik. Jika Anda menilai dampak ke closing, rujuk juga pendekatan yang membahas percepatan rekonsiliasi dan alur finance seperti di panduan percepatan proses tutup buku dengan alur reimbursement yang lebih rapi agar kriteria uji coba lebih terarah.

Terakhir, masukkan biaya exit dan portabilitas data dalam TCO, meski sering diabaikan. Tanyakan format ekspor data, kemudahan mengambil seluruh lampiran, dan apakah ada biaya tambahan jika Anda memutuskan migrasi setelah kontrak berakhir.

Pada akhirnya, keputusan yang paling aman biasanya datang dari kombinasi angka TCO 3 tahun, uji skenario, dan penilaian risiko kontrol, bukan dari harga paket semata.

Jika perlu, susun matriks biaya dan risiko agar pilihan solusi paling tepat untuk organisasi Anda.

Bandingkan opsi prodotti: https://reimburse.id